Siapa
yang tidak kenal Pulau Seribu Masjid? Ya, jika Anda mengetahuinya berarti Anda
sudah pernah mengunjungi pulau tersebut atau mungkin Anda pernah mendengar dari
sosial media, majalah, buku, keluarga, atau dari teman. Lombok terkenal dengan
julukan pulau seribu masjid dikarenakan banyaknya bangunan masjid yang hampir
terdapat di setiap komplek perumahan bahkan dalam satu kampung ada dua sampai
tiga bangunan masjid, tidak heran mengapa Lombok pantas mendapatkan julukan
tersebut. Tidak hanya itu, Lombok juga telah dinobatkan sebagai tempat
destinasi halal dalam ajang World Halal Taurism Awards pada
tahun 2016
silam, destinasi Lombok mengalahkan beberapa negara muslim lainnya seperti Malaysia dan Turki, apalagi baru-baru ini
Presiden Joko Widodo meresmikan operasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK)
Mandalika, Kuta, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang
bertujuan memberikan dampak yang baik bagi masyarakat NTB dalam sektor pariwisata.
Selain
terkenal destinasi wisata alam, pulau Lombok juga terkenal dengan makanan khas
yang berdominan bercita rasa pedas, bumbu yang diracik sangat khusus dan unik menggambarkan ciri khas kuliner asli
Lombok. Jika Anda berkunjung ke pulau ini sangat rugi apabila tidak mencicipi kuliner khas dari daerah ini, karena di jamin membuat Anda tidak ingin balik ke
daerah asal Anda.
Plecing Kangkung
Sumber foto : Koleksi pribadi
Makanan
yang satu ini telah banyak orang mengetahuinya terutama masyarakat NTB. Satu
hal yang perlu Anda ketahui bahwa kangkung yang digunakan berbeda dari daerah
lain. Keistimewaan kangkung Lombok banyak
diminati oleh masyarakatnya bahkan diminati oleh masyarakat luar pulau Lombok, kebanyakan di daerah lain yang
utama dikonsumsi adalah daunnya saja, sedangkan di Lombok tidak hanya daun, tetapi batangnya tebal dan
renyah dari tumbuhan kangkung ini yang
membuat berbeda daripada kangkung lainnya.
Pembuatan plecing kangkung ini sangat mudah, tidak
perlu mengeluarkan banyak uang dan
bahan-bahan dapat ditemukan di pasar. Cara penyajiannya sederhana kangkung, kacang panjang, dan tauge yang sudah direbus lalu
ditempatkan dipiring tidak lupa tambahkan parutan kelapa dan kacang tanah
goreng lalu siram dengan sambal pedas yang berisi cabe rawit, garam, terasi,
dan tomat. Untuk medapatkan kuliner ini ada banyak restoran, kafe, dan warung. Warung Dedi misalnya,warung ini berada di
tempat padat penduduk tepatnya di daerah Dasan Agung, Kota Mataram. Tempatnya
memang kurang strategis. Namun, jika Anda berpikir bahwa warung ini sepi pembeli
Anda salah besar faktanya setiap hari terutama pada saat jam istirahat kantor
warung ini jauh dari kata sepi, banyak orang yang datang berbondong-bondong
untuk merasakan hidangan khas yang satu ini. Hampir disetiap kampung hingga
sudut daerah di Lombok menjual plecing kangkung dengan rasa pedas yang sama
tetapi untuk rasa juara tergantung indera perasa Anda. Satu porsi plecing
kangkung dijual seharga Rp.7.000,00 - 10.000,00.-
Beberuk
Terong
Sumber foto : Koleksi pribadi
Hampir
sama dengan plecing kangkung, yang membedakan adalah kuliner ini menggunakan
terong bukan terong panjang melainkan terong
Tekokak atau di Lombok disebut Terong Jamak. Terong ini berbentuk bulat kecil
berwarna hijau dan ungu, tetapi
di Lombok terong ungu jarang ditemukan dalam penyajian beberuk. Terong bulat
kecil disajikan bersama kacang panjang lalu
siram dengan sambal tomat yang pedas, tekstur yang renyah dari terong dan kacang panjang yang segar semakin
membuat lidah Anda terbakar saat menyantapnya. Biasanya beberuk terong
disajikan bersama makanan khas Lombok lainnya seperti Ayam Muda Bercinta,
Plecing Kangkung, dan Sate Sum-sum. Warung- warung kecil hingga restoran banyak
yang menyajikan beberuk terong sebagai hidangan utama, salah satunya adalah
rumah makan DUA-EM Bersaudara yang menyajikan makanan sasak tepatnya di Jalan Transmigrasi
Kota Mataram. Dalam segi harga
beberuk terong harganya sangat terjangkau yaitu kisaran Rp. 3.000,00 – 5.000,00 per porsi.
Nasi
Balap Puyung
Sumber foto: Koleksi pribadi
Makanan
yang satu ini tidak asing bagi masyarakat NTB terutama bagi para penggemar
kuliner. Kata “puyung” menunjukkan daerah asal
dari nasi ini yaitu di Desa
Puyung, Lombok Tengah, sedangkan yang pertama kali memberi nama nasi puyung
adalah Inaq Esun yang telah membuka warung nasi sejak tahun 1970 sampai
sekarang dan saat ini warung nasi Ibu Esun dikelola oleh generasi ke dua di
Dusun Lingkung Daya, Desa Puyung, Kabupaten Lombok Tengah. Rata-rata orang yang
pernah menikmati nasi ini karena rasa penasaran terhadap rasa sensasi pedas
yang melegenda. Keistimewaan dari nasi puyung ini adalah lauk ayam yang telah
dibersihkan ditusuk dengan bambu dan dibakar setelah itu, ayam dicincang
kemudian digoreng menggunakan bumbu ulek tradisional yang berisi cabai rawit,
bawang putih, garam, dan terasi. Satu lagi yang membuat rasa dari nasi balap
puyung menjadi istimewa adalah proses memasak secara tradisional yaitu dengan
tungku. Suwir ayam kering renyah dan
pedasnya sangat terasa di lidah di tambah
dengan kacang kedelai, kentang
kering, dan telur. Seporsi nasi balap
puyung ini dapat dinikmati mulai dari harga Rp. 15.000,00.-
Masih
banyak lagi hidangan khas sasak lainnya yang bisa memanjakan indera perasa Anda.
Sejak dulu hingga saat ini Lombok masih mempertahankan cita rasa masakan yang
sangat khas terutama cita rasa pedas yang berbeda dari daerah lainnya. Saat
Anda berkesempatan liburan ke pulau Lombok, jangan lewatkan untuk mencoba
berbagai macam kuliner tradisional dari daerah ini yang sangat nikmat dan membuat Anda
ketagihan.



Comments
Post a Comment